Halaman

Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

Makanan Baik Untuk Otak

Makanan yang dapat mempengaruhi kognitif otak itu ada. Penelitian telah menunjukkan bahwa fungsi otak itu dapat ditingkatkan dengan makanan nutrisi tinggi, seperti protein. Peningkatan kinerja otak, dipengaruhi oleh reseptor kimia di dalam otak, yang disebut dengan neurotransmitter. Reseptor ini berfungsi untuk jalur komunikasi sel dalam otak. Adapun bahan pengsian untuk neutrotransmiter, yaitu AcH (asetilkolin), Dopamin dan Serotonin. Namun, semua ini didapatkan dari protein dan lemak berkulitas tinggi, seperti daging tak berelemak, yang terdapat dalam ikan dan telur, serta protein yang di dapat dari sayuran dan buah – buahan. 
Berikut ini akan dijelaskan beberapa contoh makanan yang baik untuk otak, khususnya dalam kognitifnya atau mental performance nya.

Salmon – Ikan merupakan jenis makanan yang sangat dibutuhkan oleh otak. Salmon merupakan pilihan terbaik dari semua jenis ikan karena merupakan sumber terbaik dari Asam Lemak Esensial, khususnya Omega 3. Namun, untuk pemilihan harus diperhatikan dengan betul. Jangan memilih ikan yang telah terkontaminasi oleh zat kimia berbahaya. Yang nantinya malah mengganggu fungsi otak, bukan mencerdaskan otak.

Radiasi Ponsel Menyebabkan Kanker Otak ?

Apa Benar Radiasi Ponsel Menyebabkan Kanker Otak?

Bagaimana jika kebenaran tentang radiasi pada HP atau telepon genggam sebagai penyebab kanker otak? Kurang lebih seperti itu kalimat pertanyaan provokatif yang dilontarkan oleh seorang ahli bedah dari Australia, Dr Charlie Teo.
Sampai sekarang, belum ada suatu penelitian yang benar-benar dapat menjelaskan bahwa penggunaan telepon genggam atau HP dengan kanker otak tidak ada hubungannya, namun ada suatu hal yang membuatnya tertarik untuk menulis, bahwa dalam kesehariannya praktek, pasien yang mengidap atau menderita tumor pada otak semakin banyak ditemukan, jelas Dr Teo. “Setiap hari saya kedatangan 10 sampai 20 pasien baru, dan paling tidak 30 persen diantara mereka memiliki tumor di bagian otak, dekat dengan telinga. Saya memang bukan ahli dalam masalah radiasi elektromagnetik. Namun sebagai ahli di bidang kanker otak, dan melihat semakin banyaknya penderita kanker ini, saya sekarang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Dr Teo.